Bidadari itu Bernama Wanita

Judul Buku: Perempuan Bidadari

Penulis: Kuncir Kecil

Penerbit: Anomali

Tahun Terbit: Cetakan ketiga, Tahun 2007

Tebal: 184 Halaman

IMG_20140521_130407

Terharu saat pertama kali membaca buku ini. Betapa tidak, tulisan yang awalnya hanya dibuat “iseng-iseng”, dalam artian enggak dicetak dalam jumlah besar di sebuah penerbit, justru laris manis dan pada akhirnya dicetak hingga tiga kali di sebuah penerbit resmi. Penulis menuturkan bahwa awalnya, ia hanya ingin menyampaikan apa yang ada dalam isi kepalanya kepada anak-anak muda. Sebuah tulisan yang lahir karena ketulusan hati dan ingin membawa perubahan pada peradaban. Ya, itulah awalnya. Modalnya pun sederhana. Namun ternyata, sambutannya luar biasa.

Saya tidak akan menceritakan bagaimana proses kreatif pembuatan buku ini. Namun, saya mengapresiasi penulisnya yang mengerjakan buku ini dengan (niat) tulus, demi membawa perubahan untuk orang-orang di sekitarnya.

Sebelumnya, saya sudah meresensi buku dari penerbit yang sama dengan tema serupa. Namun, saya bisa mengatakan bahwa buku “Perempuan Bidadari” inilah yang mungkin paling cocok dibaca untuk semua golongan, nggak hanya anak muda, namun juga golongan tua. Gaya bahasanya takterlalu sarkas, tapi tegas dan jauh dari kata melow.

Bagaimana menjadi perempuan sejati? Meminjam istilah dari salah satu kontes kecantikan, bahwa sejatinya seorang wanita tak hanya dilihat dari penampakan luarnya saja, namun juga sikap dan perilakunya, ditambah lagi kecerdasan intelektualnya. Brain, beauty, dan behaviour, begitu katanya.

Tak terlalu tebal memang, pembahasannya pun takterlalu panjang. Namun, takmengurangi esensi akan materi yang dibutuhkan oleh perempuan. Terdapat hal-hal yang seharusnya dihindari perempuan dan hal-hal yang seharusnya ditingkatkan agar bisa menjadi perempuan yang menginspirasi banyak orang.

Memang, telah banyak buku-buku yang membicarakan perempuan dari berbagai sudut pandang. Namun, buku ini tetap bisa dijadikan sahabat dengan sudut pandang yang berbeda dari buku-buku lainnya yang serupa. Setidaknya, pembaca mungkin enggak akan bosan karena pembahasan hal-hal penting yang diutarakan di dalam buku ini tidak terlalu panjang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*