Dakwah: Kewajiban, bukan “Pekerjaan”

Judul Buku: D’!

Penulis: Akin

Penerbit: Anomali

Tahun Terbit: Cetakan III, 2013

Tebal: 111 Halaman

IMG_20140521_191724

“Sampaikanlah walau hanya satu ayat,” (H.R. Bukhari)

Rupanya, D, yang menjadi judul buku ini adalah kepanjangan dari DAKWAH. Buku sederhana (tak terlalu tebal) yang ditulis dengan gaya bahasa anak muda (banget) ini bisa dijadikan salah satu “bahan bakar”, terlebih untuk anak muda, untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan santun pada lingkungan di sekitarnya.

“Itu kan bukan urusan gue!”

“Gue bukan emaknya. Ngapain ngatur-ngatur!”

Mungkin, cukup banyak di antara kita yang bersikap apatis dengan beropini bahwa itu bukan urusan kita. Cuek, diam, atau pura-pura taktahu, mungkin sudah menjadi hal yang lumrah di masa sekarang. Padahal, kewajiban seorang manusia tak hanya berbuat baik kepada dirinya sendiri, namun juga orang lain.

Zaman yang semakin berkembang bisa menggerus empati. Sudah semakin sedikit rasanya yang peduli untuk meluruskan ketika ada kemunkaran nyata terpampang di depan mata. Ketika ada teman yang hendak jatuh ke dalam sumur, apa yang akan kita lakukan: diam saja atau menyelamatkannya?

Meskipun demikian, dakwah tak selalu manis. Maksud dan tujuan baik, namun bila cara penyampaiannya tak baik pun akan berakibat kurang menyenangkan. Bukannya simpati yang didapat, melainkan antipati.

Walau saat membaca buku ini, saya kerap kali mengerutkan dahi atas beberapa pilihan kata yang terlalu “apa adanya”, namun secara esensi, buku ini cukup mampu memberikan pengaruh (sedikit menyadarkan) pembacanya akan pentingnya sebuah dakwah.

Tak dimaknai secara kaku tentang arti sebuah dakwah yang harus berpakaian seperti apa dan di mana. Buku ini berusaha memberikan kesadaran pada semua pembaca bahwa dakwah bukanlah tugas orang-orang yang berprofesi tertentu. Dakwah adalah tugas semua orang, termasuk kita. Dakwah tak harus menunggu kondisi genting terlebih dahulu karena dakwah WAJIB dilakukan setiap saat: melalui perbuatan atau tindakan nyata kita, sikap kita, dan tutur kata yang santun kepada orang lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*