Hidup adalah “Perang”

Judul Buku: Long Life for Fighting

Penulis: Ifah E.R.

Penerbit: Anomali

Tahun Terbit: Cetakan I, Maret 2014

Tebal: 80 Halaman

Sumber Gambar: FP Penerbit Anomali
Sumber Gambar: FP Penerbit Anomali

Apa tujuan manusia dilahirkan di dunia?

Banyak manusia yang tak tahu harus berbuat apa bahkan tega membunuh dirinya sendiri hanya karena mereka tak mengetahui untuk apa mereka ada. Dalam sebuah ayat di Al-Quran disebutkan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain adalah untuk menyembah kepada-Nya.

Dunia adalah “medan perang”, begitulah yang kira-kira dijelaskan secara implisit oleh penulis dalam buku ini. Ketika Allah memberikan ruh kepada manusia, artinya DIA sangat yakin dan percaya bahwa manusia yang nanti lahir di dunia tersebut adalah orang-orang pilihan. Ya, bukankah untuk menjadi seperti sekarang ini, ada begitu banyak proses yang harus dilalui. Bukankah sebelum bayi terlahir di dunia, ia harus melewati jalan berliku.

Petualangan manusia kemudian dilanjutkan saat ia benar-benar lahir dan menghirup udara dunia. Sejak saat itu, manusia harus mampu “berperang” hingga nyawa terlepas dari raganya.

Yang namanya perang, pastilah harus memiliki “amunisi” yang cukup agar tak ditindas “lawan”. Siapa sejatinya lawan manusia? Tak lain adalah dirinya sendiri, hawa nafsunya.

Diceritakan juga bagaimana gagahnya umat Islam pada masa khilafah masih berkuasa. Ketika kemudian Islam runtuh, kitalah yang meneruskan perjuangan tersebut, sesuai bidang kita masing-masing.

Buku ini ditulis dengan bahasa cukup “berat” walaupun hanya terdiri dari 80 halaman (tak terlalu tebal). Ada begitu banyak hal-hal yang patut direnungkan saat kita membaca buku ini. Sehingga, meskipun jumlah halamannya sedikit, tak cukup waktu sejam atau dua jam untuk membaca dan memahami maknanya. Lebih banyak makna yang tersirat daripada yang tersurat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*