Musuh UTAMA: MALAS

“Mbak, udah kukirim ke bla bla bla!”

“Cepet amat!”

Bla bla bla

**

Jujur, selama aku menguasai materinya, in syaa Allah, aku bisa menulis dengan cepat. Seminggu/kurang bisa menulis 100-150 halaman, berdasarkan pengalaman, ya. Dengan asumsi: aku menguasai materinya sehingga enggak perlu waktu lama untuk riset.

Musuh utamaku mungkin hanya satu, yaitu MALAS.

Kenapa kok bisa malas? BOSAN!!

Ya, meskipun aku mencintai kegiatan tersebut, namun ketika kegiatan tersebut kulakukan secara berulang, sudah pasti aku akan mengalami bosan. Kalau dalam ilmu ekonomi, ada istilah, “The Law of Diminishing Return,” intinya sama: di satu titik, kinerja seseorang bisa terus menurun karena suatu hal (bosan atau ditekan terus-menerus).

Jika itu terjadi, enggak ada salahny bila kita melakukan kegiatan yang enggak biasa dulu. In syaa Allah, setelah itu, biasanya kita kembali lagi (enggak malas). :)

Selain melakukan hal-hal yang “takbiasa”, cara menaklukkan kemalasan lainnya adalah dengan tidak berlama-lama nyaman di zona aman dan nyaman. Sumpah, merasa nyaman di zona aman dan nyaman itu membuat kita seperti manusia yang enggak berguna (maaf kalau sadis). Siapa bilang makan tidur makan tidur (doang) itu enak. Bagi saya, hal itu justru “penderitaan”. Emang ya, rempong banget jadi manusia. Ada banyak kerjaan, ngeluh. Nggak ada kerjaan, ngeluh. Wkwkwk. 😀 :)

Intinya, ketika aku bosan dengan apa yang kulakukan, selain melakukan hal-hal takbiasa, aku juga nyadar bahwa kondisi ini jauh lebih baik daripada bosan karena nggak tahu apa yang harus kukerjakan. Nah, lhoh. Istilah lainnya, bersyukur. Udah, itu!

Selebihnya: kerjakan dengan penuh semangat.

Bye bye malas …!

:)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*