yang menemaniku menyelesaikan naskah ini

2
pesan mbak editor

Playlists-ku saat menyelesaikan naskah ini adalah:

1

Semua ada “sejarahnya”. Dan, sedikit banyak bisa kujadikan mood booster.

Keterangannya (dari atas ke bawah):

**

1. I Will, Ost. Ao Haru Ride

Yang ada dalam bayanganku adalah ada orang yang penampakannya cool banget, tapi sebenarnya hatinya penuh dengan cinta dan sangat sensitif. Dia bahkan memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang lain. Ya, seperti Kou Tanaka di anime tsb. yang sebenarnya hatinya sangat lembut (banget). Kadang-kadang, aku juga gitu soalnya. Walau sebenarnya hatiku sangat peduli dan dalam bahasa tulisan sendu mendayu-dayu, entah kenapa dalam bahasa lisan seringnya (sok) cool dan (sok) cuek. Padahal, aku romantis. #muntah.

2. Openingnya Ao Haru Ride, lupa judulnya

Pas dengar lagu ini, yang ada dalam benakku adalah suasana SMA di pagi hari, lalu lalang siswa-siswa. Naskahku ini juga ada hubungannya dengan suasana di sekolah sebenarnya.

3. Ignite – Ost. Sword Art Online 2

Seseorang ingin “melarikan diri” dari kehidupan dia yang sekarang. Dia merasa tidak ada satu pun manusia yang mengerti dia selain dia sendiri. Dia, sebisa mungkin, selalu membuat orang lain tertawa dan bahagia, tapi ketika ia sendiri ingin bahagia, mereka seolah melarang dan tidak membiarkan hal itu terjadi. Dia kecewa mengapa mereka jahat, padahal dia bahagia kalau mereka bahagia. Tapi, kenapa mereka seolah tidak bahagia kalau dia bahagia walaupun untuk hal yang sangat sepele. Tapi, ia tidak mau komplain, ia memendam kekecewaannya tersebut dalam hati untuk dirinya sendiri. Itu sebabnya, ia ingin pergi ke tempat yang sepiii, dimana ia bisa menjadi sosok lain. Imajinasiku tersebut mungkin terinspirasi dari karakter Shinon di anime SAQ 2 ini juga. Shinon yang di dunia nyata merasa tidak bahaga kemudian pergi ke dunia game. Di sana, Shinon bisa berbuat sesuka hati. :)

4. Heavenly Blue – Ost Aldnoah Zero

Entah kenapa yang ada dalam bayanganku kalau dengar lagu ini adalah seorang putri kerajaan yang tidak bisa ke mana-mana. Padahal, ia sangat ingin pergi mengunjungi rakyat-rakyatnya, sekadar berbincang dan bermain-main. Tapi, peraturan istana yang ketat membuat dia tidak bisa berbuat sesuka hati. Dia ini putri kerajaan yang sangat ramah dan tidak sombong. Dia bahkan ingin menyamar menjadi rakyat biasa agar mengetahui apa yang sedang terjadi. Di sisi lain, banyak orang-orang di luar sana yang mengincar posisinya dan mereka merencanakan pembunuhan sadis untuk tuan putri. Alhamdulillah, berkat kebaikan hati tuan putri, yang ingin berniat jahat tadi malah bertobat. 😀

5. Ost. Dorama Crying Out Love in the Center of the World

Kalau kata Mas Ryan sih drama cemen dan dia enggak mau nonton. Aku juga enggak nonton sampai selesai kok, cuma kalau ost-nya sukaaa bangett. Kalau ngedengerin ini, yang ada dalam bayanganku tentang seseorang yang setia menunggu cinta sejatinya. Dia sangat yakin bahwa suatu saat nanti ia akan dipertemukan dengan orang tersebut, yakin se-yakin2nya. Dalemm bangettt. :)

6. We Will Not Go Down

Ini salah satu lagu favoritku sejak dulu, tidak lekang oleh waktu dan tidak boleh ketinggalan. Ini salah satu lagu penyemangatku ketika sedang merasa “aneh” di perantauan atau di mana pun yang tempatnya masih asing bagiku. “Hai, Miy, gitu aja mau ambruk. Gak ngaca apaa!! Woi, bangkit!! Semangat!! Kamu tahu salah satu cara untuk membantu selain mendoakan dan ke sana langsung? DENGAN TETAP SEMANGAT DAN GAK NGELUH SEDIKIT PUN!!! GAK BANYAK COMEL WALAUPUN CUMA DALAM HATI!! HADAPI!! CAM KAN ITU BAIK2!!! SEMANGAT!!!” semacam ada yang bilang seperti itu kepadaku setiap dengar lagu ini. :)

7. The Chosen One

Mendengar lagu ini semacam diingatkan lagi kalau kita tinggal mencontoh (saja) akhlak Rosulullah, tapi kenapa masih banyak errornya. :( Semoga kami bisa meneladani kebaikan hatimu, mulianya akhlakmu, wahai Rosulullah. Walaupun, kami sadar, kami masih jauuuuhhhh (pokoknya enggak mungkin bisa dibandingkan) denganmu. Kami masih banyak errornya, dll. Ups, bukan kami, tapi aku. Iya, aku. I <3 Rosulullah SAW.

8. I Love You So

Lagu ini bikin ademm. Mencintai Sang Pencipta membuat kita merdeka (hati) dan tidak menggantungkan kebahagiaan pada manusia. “Terserah kamu mau mikir apa tentang aku, emang gue pikirin. Yang penting adalah aku berbuat sebaik-baiknya dan berusaha untuk tidak merugikan orang lain. Tidak peduli mau sekarang hujan, panas, kering kerontang gak jelas, dicaci, dipuji, dimaki, dilempari, atau yang lain, aku sama sekali gak peduli. Yang aku pedulikan dan aku yakini dengan teramat sangat adalah Allah selalu mencintaiku setiap saat. Tidak kuragukan lagi!” Ya, kira-kira begitu. :)

9. One Big Family

Lagu ini juga bikin ademm, terlebih di suasana “panas” seperti sekarang ini. Walaupun bercita-cita bumi akan damai, aman, dan nyaman 100% itu tidak mungkin dan terdengar naif banget (karena selama masih di dunia akan selalu ada masalah), tapi setidaknya hati kita dipenuhi cinta kasih pada sesama. Keberadaan kita membuat adem orang-orang di sekeliling. Aamiin.

10. Paradise

Lagu ini pertama kali kudengar pas bulan puasa kemarin, ketika aku dan Mas Ryan sedang berada di suatu tempat mengurus sesuatu. “Semangat ya, sayang. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Aku akan selalu mendukung perjuangan baikmu. Kita akan saling mengisi dan menguatkan. Kita harus tetap semangat, sayangku.” Begitulah kira-kira yang ada dalam bayanganku sembari berpegangan tangan dengan pasangan halal “titipan” Allah. 😀

11. Ayah

Haduhh, sebenarnya kalau dengar lagu ini jadi nyeeeseeekk. Kangen dengan salah satu orang yang tulus banget yang aku kenal baik. Orang yang selalu menepati janjinya, enggak pernah ngasih harapan palsu ke aku. Bahkan, janji kecil atau sepele yang kadang aku lupa pun, laki-laki ini gak pernah lupa, semua ditepati. Beliau adalah bapakku. Tapi, enggak apa2 juga sih dengerin ini bisa jadi penyemangatku. Walaupun kami terpisah jarak, tapi amanah dan nasihat2 beliau akan selalu kujalankan. Semoga aku bisa memberikan beliau kebahagiaan “yang lain” dalam waktu dekat. Aamiin. I love you, bapak. :)

12. Main Hoon Na

Apaa?? Lagu India? Begitu kata beberapa temanku. Emang kenapa, ya. Aku sendiri bukan termasuk orang yang kalau ngefans ke satu hal, maka akan membenci hal lainnya. Bagiku, setiap tempat memiliki ciri khas masing-masing, termasuk dalam hal lagu. Selama ada sisi positifnya dan mengandung “sejarah”, aku biasanya suka. Xixixi. Ini juga termasuk lagu melow (padahal aku enggak cuka suka yang melow2 kok, aku suka semuanya asal syarat2 yang kusebut sebelumnya terpenuhi). Iya, ini lagu sedih banget, sama seperti filmnya. Ketika perjuangan dan pengorbananmu tidak dihargai, bersabarlah, adukanlah semuanya hanya kepada Allah. Jangan pernah merengek pada manusia. :) Kira-kira, begitulah imajinasiku.

13. Opening Ultraman Nexus, lupa judulnya

“Pahlawan sejati akan menghadapi apapun itu, enggak akan takut,” kalau enggak salah di salah satu liriknya ada kata-kata gitu. Kalau denger lagu ini sambil ngetik, biasanya kecepatan ngetik akan meningkat. Padahal, enggak ada hubungannya juga sih. Cuma, semacam ingin balapan dengan tempo lagunya yang cepat. Wkwk 😀

14. Opening Valvrave The Liberator, lupa judulnya

Walaupun enggak suka sama animenya, tapi kuakui ost.nya bagus dan bikin semangat. “Buruan, entar lagi selesai. Enggak ada istirahat walaupun sedetik kalau belum selesai!” kira-kira seperti itu.

15. Salah satu karya Beethoven, konser Nodame Cantabile

Kalau dengar ini jadi keinget dengan perjuangan Chiaki, dkk. “Perjuangan pun pasti berujung, tidak ada yang abadi kok di dunia ini, bersabar dan bersemangatlah!” 😀

16. Dueto Nodame dan Chiaki senpai

Idem dengan nomor sebelumnya. 😀

**

Semoga buku ini nantinya bisa bermanfaat buat banyak orang. Buku yang kutulis dengan darah dan air mata (lebay dikit) juga kurangkai dengan sepenuh hati dan jiwa. Aamiin.

Semangat!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*