Motivasi Menulis

Postingan kali ini saya copas-kan dari tulisan lama saya di blog yang sudah saya hapus (tapi, semua isinya sudah saya salin di Ms. Word). Niat banget, emang. Hehehehe.

Waktu itu, saya nge-posting-nya setelah mengikuti pelatihan perdana menulis di FLP Bekasi. Pas masih unyu banget. :)

Menulis itu enggak pernah rugi, apalagi menulis yang baik-baik dan bermanfaat. Kita tidak akan pernah tahu apakah tulisan tersebut akan bermanfaat di masa depan. Bisa jadi, iya. Yuk, menulis! 😀

(tanpa saya edit untuk menghargai keaslian kenangan masa lalu)

**

Lagi Lagi Menulis…..

Posted on April 13, 2009 by miyosi chan

3

Ilmu yang diperoleh di pelatihan FLP Bekasi, dengan tema: Motivasi Menulis

Setiap orang bisa menulis tapi tak setiap orang bisa menjadi penulis. Ehm…ungkapan yang sangat menyentuh dan berguna, terutama bagi penulis pemula. Paling tidak kalimat tersebut bisa dijadikan cemeti untuk membuat karya lebih baik lagi.

Menulis itu membutuhkan ketelatenan dan keuletan. Tidak seperti pekerjaan lainnya yang setiap bulan sudah pasti mendapatkan jaminan finansial berapapun jumlahnya, pekerjaan sebagai seorang penulis adalah pekerjaan yang tidak pasti akan mendapatkan uang setiap periode tertentu. Di suatu waktu bisa mendapatkan banyak uang bila buku yang diterbitkan terbilang cukup sukses di pasaran, namun tak jarang juga yang hidup pas-pas an, apalagi bila menulis dijadikan profesi utama. Semua itu tergantung dari usaha dan kerja keras, dan tentunya nasib. Namun demikian bukankah nasib bisa diubah?? Allah tidak akan mengubah nasib/ keadaan suatu kaum, bila kaum tersebut tidak berusaha untuk mengubahnya. Jadi sudah jelas tidak ada kata putus asa selama diri masih bernyawa, sebab bukankah setiap pekerjaan/ profesi/ keahlian memang selalu diiringi dengan tantangan dan persaingan. Pemenangnya adalah yang seseorang yang bekerja dengan keras, ikhlas, dan cerdas, sebab Pekerja keras dan cerdas saja bila tidak dihiasi dengan perasaan ikhlas, hanya akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia, karena riya’ akan selalu menyertainya.

Lalu, Bagaimana cara mewujudkannya?

  1. Yakin..karena keyakinan adalah separuh keberhasilan. Bila diri sendiri saja tidak yakin, bagaimana mungkin bisa mewujudkan apa yang diinginkan. Orang yang tidak yakin, pasti akan mudah terpengaruh orang lain (dalam hal ini pengaruh negatif). Orang yang seperti itu tidak akan fokus pada pekerjaannya dan pada mimpinya, namun dia akan lebih fokus dengan apa yang orang lain kerjakan dan berharap Sang Dewi keberuntungan datang dari langit untuk mengubahnya menjadi luar biasa tanpa ada usaha dari dirinya.
  2. Cinta dan Bangga. Hal ini akan membuat kita percaya diri dan rela melakukan apapun (yang positif tentunya) demi sesuatu yang kita cintai (dalam hal ini impian menjadi penulis).
  3. Ciptakan Kondisi Terjepit/ Mood untuk mengaktualisasi mimpi. Orang yang terjepit, akan bisa mengeluarkan jurus-jurus ampuh yang sebelumnya tidak diketahuinya. Misalnya, bila kita dikejar anjing padahal kita takut anjing. Apa yang akan kita lakukan? Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan lari sekencang-kencangnya, bahkan bila sebelumnya kita tidak bisa melewati tembok setinggi 5 meter, hal tersebut bisa dengan mudah kita lakukan pada saat kondisi terjepit (demi menyelamatkan diri). Begitu pula dengan menulis, kondisikan bahwa bila tidak menghasilkan karya kita tidak bisa makan atau menghidupi keluarga atau alasan lain yang sekiranya membuat kita menjadi bersemangat dan mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki.
  4. Catat Target dan Tarik Mundur lalu Aktualisasikan. Misalnya kita berencana me-launching buku pertama tgl 9 bln 9 tahun 2009, maka catatlah dan ingat baik-baik. Setelah itu, mulailah dengan menarik mundur waktu untuk mengetahui berapa halamankah kira-kira yang akan dibuat setiap harinya bila kita berencana untuk menelurkan sebuah buku perdana pada tanggal tersebut. Dengan begitu, rencana tidak hanya sekedar rencana.
  5. Mencari Partner. Bergabung di milist penulisan, forum penulis, atau sekolah menulis, akan membantu kita dalam mewujudkan mimpi kita sebagai seorang penulis.
  6. Maju Terus Pantang Mundur (Kerja Keras Kerja Cerdas Kerja Ikhlas).

Semoga ilmu yang saya dapatkan ini bermanfaat. Amin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*