Tanpamu Kami bukan Apa Apa: Pahlawan Terlupakan itu Bernama GURU

Assalamu’alaikum. Selamat pagi.

Kali ini, saya ingin menceritakan salah satu buku saya yang terbit pertengahan 2015 silam. Lama, ya. Huehehe.

Ini dia penampakan bukunyaa …

tanpamu-kami-bukan-apa-apa
Tanpamu Kami Bukan Apa-Apa, Gramedia Pustaka Utama

Buku ini berisi 23 kisah inspiratif tentang guru (tidak hanya guru formal, namun juga guru kehidupan).

Ada kisah tentang mereka yang awalnya terpaksa menjadi guru, namun pada akhirnya cinta. Ego mereka luluh karena sesuatu yang tidak ternilai harganya dan tidak terbayangkan sebelumnya.

Ada pula yang sebaliknya, yakni kisah mereka yang ingin sekali menjadi guru namun kondisi sangat tidak memungkinkan. Meskipun demikian, mereka tidak ingin menyerah dengan keadaan karena impian menjadi seorang pendidik sudah mendarah daging.

Tentu, kita semua pernah menjadi murid. Tentu, kita semua pernah “bersinggungan” dengan orang lain, tapi pada akhirnya kita mendapatkan pelajaran berharga dari rasa sakit yang awalnya kita benci itu. Tentu, kita semua sebenarnya adalah guru, setidaknya guru untuk diri sendiri dan keluarga kita. Itu sebabnya, buku ini saya persembahkan untuk semuanya. Semoga bermanfaat dan bisa menyentuh serta mendamaikan hati para pembaca. Dan tentu saja tidak ketinggalan, bisa menyemangati semuanya (termasuk penulisnya terutama) untuk tidak lelah berprasangka, berpikir, dan berbuat yang positif walaupun dunia penuh dengan luka. Pasti dan selalu ada sesuatu berharga di setiap episode kehidupan yang kita lewati yang kadang tidak terlalu kita sukai.

Proses menulis Buku ini selama 7 hari. Yang lama adalah proses mengumpulkan bahan dan proses terbit.
Proses mengumpulkan bahan saya lakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. mencatat narasumber yang kompeten atau sesuai dengan yang dimau
2. wawancara dengan mereka baik langsung maupun melalui media sosial

Sedangkan proses penulisannya:
1. saya targetkan dulu mau menulis berapa halaman, saya tentukan 150 halaman
2. berikutnya saya tentukan satu buku ada berapa bab, saya dapat 5 bab
3. terakhir, saya bagi 150 halaman tsb dengan 5 bab, yang itu artinya per bab target minimal menulis adalah 30 halaman

Kendala cukup berat saat menulis buku ini ada pada masalah writer’s block. Kenapa bisa demikian? Untuk kasus ini sih lebih karena bosan dan jenuh.
Dan, yang saya lakukan untuk mengatasinya adalah membaca buku genre berbeda serta olahraga & jalan-jalan agar aliran darah lancar

Buku Tanpamu Kami Bukan Apa Apa ini sempat menghiasi beberapa toko buku. Idealnya sih memang tersebar di semuaa toko buku di seluruh Indonesia. Namun, yang berhasil saya dan teman-teman abadikan (karena keterbatasan waktu) adalah …

@ Gunung Agung Margo City, Depok Foto: Mbak Ulfah
@ Gunung Agung Margo City, Depok
Foto: Mbak Ulfah

 

Gramedia Gajah Mada, Medan Foto: Mbak Eka
Gramedia Gajah Mada, Medan
Foto: Mbak Eka

 

@ Gramedia Pasar Baru, Jakarta Foto: Yansen
@ Gramedia Pasar Baru, Jakarta
Foto: Yansen

 

Togamas, Malang Foto: Dokpri
Togamas, Malang
Foto: Dokpri

 

Gramedia Kayu Tangan, Malang Foto: Dokpri
Gramedia Kayu Tangan, Malang
Foto: Dokpri

 

Gramedia Palmerah, Jakarta Foto: Dokpri
Gramedia Palmerah, Jakarta
Foto: Dokpri

 

Buku ini sempat dibedah di UBTV dengan acara bertajuk UBTALK “Alumni Menulis”. Ini dia dokumentasinya. Foto sengaja saya blur. Hehe.

Dari ki-ka: kakak saya yang memang sedang jadwal syuting untuk acara tausiah, Mas Rulis -presenter ubtv-, saya Foto: Dokpri
Dari ki-ka: kakak saya yang memang sedang jadwal syuting untuk acara tausiah, Mas Rulis -presenter ubtv-, saya
Foto: Dokpri

 

Sempat juga masuk beberapa media cetak (info dari teman). Yang ketahuan sih ini …

Suara Hati Sang Pendidik. Oleh: Hendra Sugiantoro Resensi di SKH Kedaualatan Rakyat, Ahad, 11 Oktober 2015 Foto: Mas Hendra
Suara Hati Sang Pendidik.
Oleh: Hendra Sugiantoro
Resensi di SKH Kedaualatan Rakyat, Ahad, 11 Oktober 2015
Foto: Mas Hendra

 

Diresensi oleh Mbak Fransisca @ Kaltim Post Foto: Mbak Fransisca
Diresensi oleh Mbak Fransisca @ Kaltim Post
Foto: Mbak Fransisca

 

Keterangan: seperti tertulis pada foto
Keterangan: seperti tertulis pada foto

 

Keterangan: seperti pada foto
Keterangan: seperti pada foto

 

Buat Teman-Teman yang ada di Aussie, buku ini juga tersedia di perpusnas-nyaa. Jadi silakan kalau mau pinjam GRATIS!

screenshot_2017-01-03-06-33-42-1

 

Sudah tahu IJAK dan IPUSNAS? Nah, buku Tanpamu Kami Bukan Apa Apa ini juga ada di sana. Bisa dipinjam online GRATIS!

IJAK
IJAK

 

IPUSNAS
IPUSNAS

 

Meskipun sudah tidak dijual lagi di toko buku, tapi buku ini masih bisa dibeli online. Salah satu cara belinya mudah kok, tinggal masukkan keyword “Tanpamu Kami Bukan Apa Apa” di mesin pencarian google.

 

Demikian sejarah/proses kreatif penciptaan buku ini beserta pernak-pernikny. Menulis buku itu mudah kok meskipun bukan berarti asal-asalan.

Happy writing!

 

Wassalamu’alaikum

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*