Pasutri Enggak Cuma Bisa Duet Urusan Domestik

Beberapa bukuku dan suami Foto: Dokpri
Beberapa bukuku dan suami
Foto: Dokpri

Satu SMA (SMA Negeri 3 Malang) walau beda jenjang (doi lulus 2003, aku 2004), satu jurusan (Akuntansi, Unibraw) walau beda angkatan (dia angkatan 2003 & lulus 2007, aku angkatan 2004 & lulus 2008), serta satu rumah (karena menikah) membuatku -ehh kami ding- ngerasa harus berbuat sesuatu yang sifatnya bukan untuk diri sendiri. Sebenarnya enggak ada hubungannya sih ya. Huehehehe.

Alhasil, kami pun sepakat untuk bikin buku bareng yang ditujukan buat orang awam dan ditulis dengan bahasa nyantai sehingga bisa dengan mudah dicerna siapa aja sambil minum kopi atau nyemil.

Bikin buku bertema apa? Tentu yang ada hubungannya dengan dunia atau jurusan kami berdua. 2011 – 2013 adalah rentang aku dan suami produktif nulis buku bareng. Saat itu, suami juga bekerja di bidang yang erat kaitannya dengan tema buku yang akan digarap (praktisi) sedangkan aku alhamdulillah kuat di teori atau konsep (ya iyalah rugi banget kalau kuliah cuma pindah tempat duduk aja, buang-buang duit *terAkuntansi).

Dua kekuatan ituu kami coba untuk satukan dan hasilnya adalah seperti gambar di atas.

Teknis menulisnya gimanaa?

Santai aja sih, tapi serius.

Yang lebih banyak nulis porsinya memang aku, yaa sekitar 70:30 kira-kira perbandingannya. Kami berdua lebih sering diskusi bareng, diskusi nyantai tapi nyanthol ala pasutri ya bukan diskusi seperti meeting di kantor, dan Mr. Cool alias suamiku sering cerita banyak hal. Cerita yang juga ngejelasin. Jadii yaa sama aja sih sebenarnyaa, yang aku tulis salah satunya juga yang Mr. Cool omongin.

Suka duka nulis bareng suami itu apa? Dukanya sih kayaknya enggak ada. Deuhh, lebay. Kalau sukanya jangan ditanya ya. Banyakk.

IMHO

Suami istri itu enggak cuma partner buat punya anak. Wah, salah besar kalau di zaman modern masih aja ada yang berpikir ala zaman feodal. Untung laki gw gak gitu. Semoga waras seterusnya ya, Bang. 😄✋✌

Yups, suami istri itu partner, teman diskusi, dan semuanyaaa. Nikah itu ibadah, separuh agama, bukan pelengkap atau buat gaya-gayaan. Sehingga pasutri ya sudah seyogyanya kalau harus saling menghargai dan mau ngedengerin masukan serta pendapat.

Hubungannya sama nulis duo apaa? Kok malah ceramah.

Adaa, dongg.

Pasutri bisa kerjasama dalam hal apapun yang enggak ada hubungannya sama urusan domestik. Kalau urusan dalam rumah alias internal beserta printilannya mah enggak usah dijelasin ya.

Pasutri bisa bisnis bareng kalau waktunya memang memungkinkan untuk itu. Jadi pekerja lepas bareng-bareng juga bisaa, aku sering lihat pasutri yang begini. Pasutri jadi aktivis bareng? Hayukk, aku juga punya teman yang seperti ini. Atauu, pasutri yang bikin buku bareng? *ngacung*

Apapun yang dilakukan bersama pasangan selain urusan domestik, kegiatan yang sifatnya menghasilkan duit atau nilai tambah yang lain yang ada hubungannya dengan hal-hal eksternal, semoga bisa mengeratkan hubungan kasih sayang dan cinta keduanya.

Jadii, kapan lagi nihh duet bareng suami lagi secara duet terakhir tahun 2013? Ehm, semoga secepatnya dan segera, yaa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*