Menulis itu Menyenangkan

Tulisan ini (poin-poinnya) saya ambil dari materi yang saya sampaikan ketika menjadi pembicara di SMPN 1 Balikpapan pada 28 September 2014 silam dalam rangka seminar kepenulisan yang diadakan oleh Balikpapan Menyala. Per 1 Agustus, suami saya sudah enggak di Balikpapan lagi, tapi di Medan. Jadi ya anggap saja ini kenang-kenangan. Balikpapan, am gonna miss you. 🙂

**

Menulis itu Menyenangkan

Miyosi Ariefiansyah

FASE Awal

Mengetahui kenapa harus cinta menulis. Manfaatnya apa saja? Gimana caranya? Jenis tulisan secara garis besar ada berapa?

Manfaat Menulis? Mengapa Menulis?

Menurut penelitian, menulis memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  1. Karen Baiki, Psikolog dari University of New South Wales, mengatakan bahwa menulis adalah terapi jiwa. Tidak heran, setelah menulis semua uneg-uneg (nyampah), biasanya yang dirasakan adalah lega dan plong.
  2. James Pennebaker, Peneliti dari Universitas Texas, mengatakan bahwa menulis dapat memperkuat sistim kekebalan tubuh karena beban dan masalah berkurang (berdasarkan penelitiannya selama 15 tahun yang dituangkan dalam bukunya “The Healing Power of Expressing Emotion”).
  3. Joshua M. Smith, Psikolog dari Syracus University dan Penulis Buku “The Miracle of Writing”, mengatakan bahwa menulis itu menyehatkan.

Manfaat lain menulis:

  1. Pengingat
  2. Penanda
  3. Rekam jejak
  4. Sarana “lain” berpendapat: belum berani bicara, menulislah dulu
  5. Bisa berbagi informasi berharga
  6. Pembentuk peradaban bangsa
  7. Melatih kepekaan

Bagaimana Mengawali Menulis?

  1. Mulai dari buku harian
  2. Mulai menuliskan pengalaman atau momen-momen berharga, pasti ada
  3. Menceritakan kembali dengan bahasa sendiri cerita yang sudah dibaca
  4. Mulai mengembangkan imajinasi

Teknik Menulis Mudah

  1. Bayangkan menulis adalah berbicara, tapi dalam bentuk tulisan. Tulis apa saja yang ingin diungkapkan. Tulis seolah-olah sedang berbicara.
  2. Ajak teman-teman, entah tiga atau lima, untuk menulis bersama. Sambung menyambung. Tema bisa ditentukan di awal, bisa bebas. Misalnya, hari pertama Budi menulis cerita di halaman pertama, hari kedua Edi menulis di halaman kedua, begitu seterusnya.
  3. Membuat pohon ide hanya dari satu kata saja, misalnya dari kata “rumah”. Apa yang terbayang jika ada kata “rumah”. Setiap orang memiliki imajinasi yang berbeda-beda.
  4. Mengamati benda, kemudian membuat alur ceritanya secara sederhana. Misalnya, hanya dengan mengamati “gelas” seseorang bisa berimajinasi bahwa gelas itu sama seperti manusia, punya perasaan. Dia bahagia saat ia diperlakukan dengan baik (dicuci bersih dan diletakkan dengan rapi). Tapi, ia sedih ketika manusia memperlakukan semena-mena (tidak dicuci berhari-hari).
  5. Mengamati benda-benda atau makhluk di sekitar, kemudian membuat korelasinya. Misalnya, seseorang mengamati bebek, kucing, dan ayam. Dia kemudian membuat cerita tentang ketiga hewan berlainan jenis tersebut. Bebek dan ayam yang masih serumpun berkomplot untuk mengusir kucing dari kediaman rumah tuan mereka. Bebek dan ayam menggunakan tipu muslihat sedemikian rupa. Namun demikian, kucing tetap baik pada mereka berdua, bahkan si kucing menyelamatkan bebek dan ayam ketika mereka hendak ditangkap tetangga sebelah untuk dijadikan santapan. Dari kejadian itu, bebek dan ayam kemudian sadar bahwa meskipun berbeda, kucing bisa jadi sahabat sejati mereka.
  6. Menuliskan KATA apa saja yang ada dalam pikiran saat itu, kemudian ditulis menjadi sebuah cerita.

Kapan Waktu Menulis

  1. Sesaat setelah salat shubuh, 10 menit saja
  2. Saat istirahat sekolah/ngampus/kerja, 5 atau 10 menit saja
  3. Saat libur

Jenis-Jenis

  1. Fiksi
    • Rekaan
  2. Non-Fiksi
    • Bukan rekaan
    • Contoh: Tips belajar efektif, Pintar permainan tradisional, Kerajinan tangan sederhana, Pengalaman berjualan, dll

Contoh Fiksi dan Non-Fiksi

Apa yang bisa ditulis dari kata SEKOLAH?

  1. FIKSI
    1. Sekolah Ajaib
  2. NON-FIKSI
    1. Menjadi Murid yang Disukai Guru

See? Tema bisa sama, tapi hasil bisa beda. Menulis itu seperti memasak. Bahan bisa saja sama, tapi hasil bisa beda.

PENTING dalam Menulis

Jangan lupa untuk MEMBACA. Jika menulis adalah kendaraan, membaca adalah Bahan Bakar MENULIS (BBM).

Adapun manfaat membaca yang erat kaitannya dengan proses menulis:

  1. Perbendaharaan kata semakin banyak
  2. Kreatif
  3. Menemukan ide baru

FASE Terakhir

Jika sudah menjadikan kegiatan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan (sudah berhasil menumbuhkan perasaan CINTA MENULIS di hati), maka berikutnya adalah mulai menulis dengan lebih TERSTRUKTUR.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*