Tips Membuat LEAD yang Menarik

LEAD yang bisa dibilang first impression. Boleh dibilang, untuk membuat pembaca penasaran sehingga pada akhirnya mau membaca. LEAD juga bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang datang secara tiba-tiba yang membuat pembaca jadi bertanya-tanya.

Apa yang kita rasakan bila saat santai tiba-tiba ada ada yang menepuk bahu kita? Kaget.
Apa respon kita bila saat bangun tidur tiba-tiba ada perampok? Takut.
Apa yang kita rasakan bila saat damai tiba-tiba ada tsunami? Stres.

Diharapkan respon pembaca saat membaca LEAD adalah: “Hah, masa?!” “Tidak mungkin” “Benarkah?” dll

Jadi, LEAD meski kecil, tapi cabe rawit dan meski hanya beberapa baris, tapi tak bisa dianggap sepele.

Lead bukan kalimat pembuka dan tidak termasuk dalam paragraf. Ia berdiri sendiri. Biasanya, lead diletakkan di bagian atas dengan tipe huruf italic. Lead boleh ada boleh tidak. Tapi bila boleh memilih, ya seharusnya LEAD itu ADA.

Contoh LEAD:

Artikel yang berisi tentang bekerja dari rumah, leadnya:

Bila ada yang berpendapat di rumah tak bisa berbuat apa- apa, mungkin orang tersebut harus hidup di zaman purba. Pasalnya, dengan bantuan teknologi, di rumah pun kita bisa melakukan apa saja, termasuk bekerja. Tidak percaya?

Atau

Orang barat sibuk berkampanye working at home di saat orang Indonesia banyak yang tidak percaya diri dengan aktivitasnya yang “hanya” di rumah saja. Ada apa ini? Anda termasuk yang mana?

 

Trik membuat LEAD:

1. Dengan kata mutiara, kalimat bijak, atau opini orang yang sudah terkenal, misalnya: “Do you know how is to be strong? Knowing your own weakness” (Sakuragi Sensei- Jdrama)

2. Lead harus nyambung dengan pembahasan. Tidak mungkin leadnya seperti di atas bila pembahasannya tentang investasi

3. Bisa dengan kalimat tanya yang kontroversial, misalnya, “Tahukah bahwa istri tak harus taat pada suami?”

4. Dengan kalimat yang kontroversial, misalnya, “Penelitian terbaru menyatakan bahwa akhirat sebenarnya tidak kekal!”

meski demikian, untuk nomor 3 dan 4, penulis tak boleh ngawur dan tak boleh beropini “Yang penting kontroversi, terserah mau benar atau gak!” :p

5. Jangan menggunakan kalimat- kalimat yang sudah basi, misalnya “Pensiun di usia muda, siapa saja pasti mau. Tapi, bagaimana caranya!” => dulu, kalimat ini bisa dibilang menarik. Sekarang? Basi boo… Itu kan iklannya MLM :p

6. Mengutip kalimat dari media masa, misalnya, “Beberapa media masa menyebutkan bahwa …..”

7. Menuliskan asumsi umum, tapi dibumbui opini pribadi, misalnya,
“Investasi tak hanya untuk hal- hal yang bersifat materi. Investasi juga tak hanya untuk mereka yang berdasi, seperti paradigma umum selama ini. Kebaikan dan ketulusan, nyatanya adalah investasi terbesar yang bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang kasta. Sayangnya, banyak di antara kita yang menganggapnya tidak ada”

LEAD dulu atau ISI dulu? Terserah penulis, enaknya yang mana! 🙂

(Pernah disampaikan di kelas online)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*