10 Cara Mudah Menangkap IDE Menulis

Hal pertama yang pastinya harus ada ketika kita ingin mulai menulis adalah IDE.

Banyak yang bilang kalau mencari ide itu susah  saking susahnya sampai-sampai harus nyari wangsit dulu, harus dipikir duluu sampai mumett. Padahal, semakin dipaksa semakin enggak akan ke luar karena kondisi kita gak rileks.

Ide itu luasss. Kita bisa mendapatkan (atau saya lebih suka istilah menangkap ya) dengan cara berikut:

1. Tulis kegiatan kita sehari-hari. Jangan pernah remehkan ide yang berasal dari buku harian.

“Diary Anne Frank” adalah contoh buku yang berasal dari catatan harian si Anne di zaman Nazi.  Atau, kalau mau contoh diary yang sifatnya dodol juga ada seperti buku-bukunya Raditya Dika. Jadi, kita bisa mulai menulis buku harian. Coba bikin komitmen: sebulan nulis buku harian, sebulan nyampah di diari. Lakukan tiap hari. Rutin. Nanti setelah sebulan, seleksi. Di antara sekian banyak curhatan tsb mana yang bisa dikembangkan jadi buku atau karya tulis?

2. Ide juga bisa muncul dari kejadian-kejadian yang bikin kita kecewa, marah, bete, & sejuta perasaan tertekan lainnya.

Misalny buku “My Stupid Boss” ya pasti udah tahu ya tentang apa.That’s why setiap kali dapat kejadian ngeselin, tuliss. Ubah marah jadi berkah. 😁

3. Ide dari hal-hal yang bikin kita seneng bangettt.

Misalny, buku “100 Hari Keliling Indonesia”. Atauu, kejadian-kejadian yang bikin kita excited

4. Ide dari hal-hal yang kita kuasai, bidang kita.
Misalnya kita kerja sebagai pemasar selama belasan tahun. Pasti udah punya banyak pengalaman ya. Kenapa tidak dibagi ilmunya untuk mereka yang baru terjun di dunia pemasaran. Atauu, ibu rumah tangga yang sukses mengantarkan anak-anakny menjadi “seseorang”. Kenapa ibu tsb enggak nulis apa yang beliau lakukan selama ini hingga bisa membuat anak-anakny sukses lahir batin. Kali aja ibu-ibu muda pengin niru. Nah.

5. Ide dari wawancara dengan orang lain, contohnya buku-buku biografi. Kita menuliskan sesuatu yang dialami orang lain.

6. Ide dari sesuatu uang belum ada.

Mungkin kita pernah ngeluh, “Pengin deh baca buku Anu, tapi kok gak ada,” It means mungkin kitalah yang harus nulis

7. Ide dengan tujuan untuk menyanggah tulisan orang lain

Zaman saya muda dulu ada buku “Raport Merah Aa Gym,” beberapa waktu kemudian ada buku serupa berjudul, “Raport Biru Aa Gym,”

8. Ide dari menggabungkan hal-hal yang udah ada.

Austin Kleon di salah satu bukuny bilang, “There is no new thing under the sun,” tapi bukan berarti copas ya apalagi kalau namanya diubah 😊 Beberapa waktu yang lalu saya nonton film The Secret Life of Pets. Menurut saya film tsb gabungan film Toy Story 1 dan 3 😎

9. Ide dari sesuatu yang memang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Menulis itu melatih kepekaan dan kepedulian. Kita bisa melihat, bisa survei online, masyarakat saat ini tuh butuh apa, ya? Oh, ternyata butuh dimotivasi. Baiklah, kita bisa bikin buku tentang motivasi atau sejenis from zero to hero

10. Terakhir, ide juga bisa didapat dengan cara ngamatin orang

Pernah lihat film The Following? Di film tsb tokoh utama yang notabene penulis bela-belain tiap hari ngamatin orang yang beda demi dapat ide. Kita pun bisa gitu. Semisal ngamatin abang-abang tukang bakso (mari-mari sini) yang lagi mangkal di perempatan. Kita ngebatin abang-abangny dari mana, anakny berapa, udah jualan berapa lama, punya masalah keluarga gak ya, dll dst.

Salam produktif

(Pernah disampaikan di kelas online)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*