Cara Mudah Membuat Outline, Penting sebelum Menerbitkan Buku

Bagi backpacker, traveler, atau apalah sebutannya, OUTLINE itu ibarat itinerary. Gampangny lagi, saat ke luar rumah misalnyaa, kita sudah memiliki rencana mau ke mana. Oh, ke pasar. Oh, ke mal.. Oh, ke perpus. Lebih jauh lagi, outline juga bisa dianalogkan sebagai rencana hidup. SD di sini. SMP mauny di sini
SMA di sini. Kuliah jurusan ini nanti sambil nyambi. Lulus kuliah begini.

Bisa dibayangkan ya betapa pentingny outline itu. Walaupuuunn, ada juga yang bilang, “Ahh, nulis buat buku mah nulis ajaa. Gak perlu ada rencanaa,” sama sepertii, “hidup mah ngalir ajaaa “

Boleh-boleh aja, sih. Tapiii … biasanyaaa kalau kita seperti itu negatifny adalah kita jadi gampang terpengaruh alias mudah terdistraksi atau enggak fokus.

Eh, temenny nulis blog, ikutt
Eh, temenny nulis novel, ikutt
Eh, temenny nulis buku apa, ikutt

Dalam konteks ini, outline berfungsi sebagai PENGONTROL alias polisii 😊

Lalu, outline itu isiny apa aja, siih?

Hasil akhir dari pembuatan outline itu adalah kita paham, yakinn, dan tahuuu persisss bukuu yang akan kita tulis inii mau di bawa ke manaaa. Jadi, kita enggak blank lagii. Maka, memang tidak ada pakem atau aturan pasti mengenai isi dari outline, namun secara umum adalah sebagai berikut:

JUDUL BUKU: …

ALTERNATIF JUDUL: …
Kenapa ada alternatif judul? Ada enggak sih buku yang isiny beda tapi judulny sama? ADA. Nah, ya ituu. Jadi buat jaga-jaga, kita sertakan juga alternatif judul. Boleh satu, dua, atau tiga.

PENULIS: …
Yang nulis kita sendirian, atau bersama teman, atau kita dan tim?

GENRE BUKU: …
Disebut juga kelompok buku. Genre buku yang kita tulis ini apa? Psikologi populer, agama, pengembangan diri, dll.

SASARAN PEMBACA: …
Ini PENTING. Karenaa ini nanti ada sangkut pautny dengan gaya bahasa dan juga kalau udah mau terbit ada hubunganny sama kaver bukuu. Misalnyaa jika sasaran pembaca kita bapak-bapak ajaa mungkin nggak sampulny pinky unyu? Ya nggak apa-apa sih, tapi kok aneh banget, ya.

DAFTAR PUSTAKA atau SUMBER PENULISAN: …
Kita nulis buku ini dasarny apa, enggak mungkin ngawur pastiny. Data-datany dari mana? Apa aja sumbernya? Kalau buku, buku-buku apa aja kira-kira? Kalau internet, websiteny apa? Kalau data primer alias wawancara langsung, narsum seperti apa yang diwawancara?

BUKU-BUKU SEJENIS: …
Kalau adaa, bisa disebutkan judulny. Misalny kita mau nulis buku tentang nikah mudaa, kan banyak ya buku seperti ituu. Berarti buku-buku sejenisny juga banyak, dong. Kita tuliskaann apa aja. Ini nanti akan berguna dalam proses penulisan (kita bisa ambil sudut pandang yang berbedaa biar gak sama dengan buku-buku sebelumny). Kalau ternyata gak ada buku yang serupa gimana? Ya bagus dong, itu artinyaa kita yang pertamaa. Alhamdulillah ☺

KELEBIHAN BUKU: …
Jangan lupa kita tuliskan kelebihan buku kita ini dibandingkan buku-buku yang sudah ada itu apaa? Silakan tulis sebanyak-banyaknyaa.

PROMOSI: …
Kalau buku ini terbitt, promosi kita seperti apaa?
Ke radio, tv, dll.

CONTOH TULISAN: 3-4 halaman bisa

Q

  1. Apakah sinopsis merupakan bagian dari outline?
  2. Outline kira-kira berapa halaman ?
  3. Selama ini judul selalu saya cari belakangan. Apa ini prosedur yg salah?

A

  1. Sinopsis ada sendiri, biasany dibuat setelah naskah selesai
  2. Saya bikin outline 5 – 8 halaman. Enggak harus pakem berapa halaman sebenarny, yang penting outlineny menggambarkan apa yang akan kita lakukan nantiny. Bisa dibilang, outline yang tepat adalah separuh perjalanan 😁
  3. Ehm, sebenarny enggak ada salah atau enggak. Tapii, akan lebih baik kalau judul ditulis di awal. Masalah nanti mau ganti, ya silakan. Outline sifatny fleksibel.

Outline yang baik akan memudahkan perjalanan dan proses menulis kita. Yuk, bikin outline.

Happy writing.

(Pernah disampaikan di kelas online)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*